
Lem, Benang, dan Kertas Jepang: Material Reparasi Buku dan Kapan Dipakai
Bahan yang dipakai penjilid profesional untuk memperbaiki buku, satu prinsip yang menentukan boleh atau tidaknya sebuah bahan dipakai, dan apa yang aman dibeli sendiri.
by Ibrahim Anwar · February 2, 2026
Jawaban singkatnya: hampir semua bahan reparasi buku dipilih berdasarkan satu pertanyaan — apakah tindakan ini bisa dibatalkan nanti tanpa merusak bukunya? Bahan yang gagal menjawab pertanyaan itu tidak dipakai, sekuat apa pun daya rekatnya. Itu sebabnya lem yang paling kuat justru yang paling dihindari.
Prinsip yang menentukan segalanya: reversibilitas
Buku yang diperbaiki hari ini kemungkinan akan diperbaiki lagi puluhan tahun lagi, oleh orang lain, dengan pengetahuan yang belum kita miliki sekarang. Kalau perbaikan hari ini tidak bisa dilepas, orang itu harus merusak sesuatu untuk bisa bekerja.
Karena itu penjilid memilih bahan yang bisa dilunakkan kembali — hampir selalu dengan air atau uap — dan menghindari bahan yang mengikat permanen. Prinsip yang sama muncul dalam kode etik konservasi profesional, antara lain Code of Ethics dari American Institute for Conservation.
Ada konsekuensi yang terasa berlawanan dengan akal sehat: sambungan sebaiknya lebih lemah daripada kertasnya. Kalau suatu saat ada tarikan berlebih, yang harus mengalah adalah lemnya, bukan serat kertas di sebelahnya. Lem yang lebih kuat dari kertas akan merobek kertas saat gagal.
Perekat
Pasta kanji
Dibuat dari pati gandum atau beras yang dimasak dengan air sampai mengental. Lambat kering, tetap lentur setelah kering, dan larut kembali sepenuhnya dalam air. Dipakai untuk menempel kertas ke kertas: menambal halaman, memasang endpaper, merekatkan kertas Jepang.
Kelemahannya nyata dan perlu disebut. Pasta berbasis pati adalah makanan bagi serangga dan jamur, jadi ia tidak cocok untuk lingkungan lembap tanpa kendali. Ia juga membawa banyak air, sehingga kertas tipis bisa berkerut kalau pastanya terlalu encer atau terlalu banyak.
Metilselulosa
Bubuk turunan selulosa yang dilarutkan dalam air. Lebih encer daripada pasta kanji, netral secara kimia, dan — tidak seperti pati — tidak menjadi makanan serangga. Dipakai untuk pekerjaan halus, untuk melembapkan bahan sebelum dilepas, dan untuk mengencerkan perekat lain.
PVA pH netral
Lem putih formulasi konservasi. Ini bukan lem putih sekolah, yang umumnya asam dan menguning. PVA konservasi lebih kuat dan jauh lebih cepat kering daripada pasta, sehingga dipakai di tempat yang menuntut kekuatan: punggung, papan, sambungan kain.
Ia hanya sebagian reversibel — bisa dilunakkan dengan uap dan waktu, tetapi tidak semudah pasta. Karena itu ia dipakai secara selektif, dan sering dicampur dengan metilselulosa untuk memperlambat pengeringan sekaligus menambah keterbalikannya.
Perhatikan bahwa ketiganya berbasis air. Itu bukan kebetulan: air adalah satu-satunya pelarut yang aman dipakai berulang di dekat kertas dan sebagian besar tinta cetak.
Benang dan jahitan
Benang linen adalah standar. Ia kuat pada tarikan, sedikit memuai saat lembap sehingga jahitan mengunci sendiri, dan menua tanpa menjadi getas seperti benang sintetis murah.
Ketebalan dipilih menurut tebal kertas dan jumlah katern. Benang terlalu tebal membuat punggung menggembung — disebut swell — sehingga buku tidak mau menutup rata. Terlalu tipis, benang memotong lipatan katern dari dalam dan halaman lepas satu per satu. Sebagian penjilid melapisi benang dengan lilin lebah supaya tidak kusut dan sedikit lebih menggigit simpul.
Kertas Jepang
Kertas tipis dari serat kozo, gampi, atau mitsumata. Seratnya jauh lebih panjang daripada serat kayu, sehingga meski setipis kabut ia sangat kuat pada tarikan.
Sifat yang paling berguna adalah cara ia disobek. Tepi yang disobek — bukan digunting — meninggalkan serat halus yang menyatu dengan permukaan kertas asli, jadi tambalan tidak membentuk garis tegas yang menangkap cahaya. Beratnya dipilih menurut pekerjaan: sangat tipis untuk menambal sobekan di tengah teks agar tulisan tetap terbaca menembusnya, lebih berat untuk menguatkan lipatan katern dan engsel.
Ringkasan
| Bahan | Dipakai untuk | Reversibel | Catatan |
|---|---|---|---|
| Pasta kanji | Tambalan kertas, endpaper | Ya, dengan air | Rentan serangga dan jamur |
| Metilselulosa | Pekerjaan halus, pengencer | Ya, dengan air | Netral, tidak dimakan serangga |
| PVA pH netral | Punggung, papan, kain | Sebagian | Bukan lem putih sekolah |
| Benang linen | Menjahit katern | Ya, dilepas | Tebal salah = punggung menggembung |
| Kertas Jepang | Sobekan, penguat engsel | Ya, dengan air | Tepi disobek, bukan digunting |
| Selotip | — | Tidak | Perekat meresap dan menodai |
| Lem instan, lem serbaguna | — | Tidak | Getas, menguning, merobek saat gagal |
Sumber: kolom Reversibel dan Catatan meringkas apa yang sudah dinyatakan di bagian “Perekat”, “Benang dan jahitan”, dan “Kertas Jepang” di atas, ditambah bagian “Bahan yang tidak dipakai, dan alasannya” untuk dua baris terakhir. Tabel ini tidak memuat ukuran, kadar, atau harga — artikel ini tidak menyebutkan angka semacam itu untuk bahan-bahan ini.
Yang aman dibeli dan dipakai sendiri
Kalau Anda hanya ingin merawat koleksi pribadi, tiga hal ini cukup dan sulit disalahgunakan: kuas lembut untuk debu, kotak atau map bebas asam untuk buku yang rapuh, dan penyangga busa agar buku tidak dibuka terlalu lebar saat dibaca. Ketiganya mencegah, dan mencegah selalu lebih murah daripada memperbaiki.
Metilselulosa dan kertas Jepang bisa dibeli bebas dan relatif aman dipakai untuk buku non-koleksi. Yang sebaiknya tidak dibeli untuk coba-coba adalah pelarut organik — bahan itu dipakai untuk melepas selotip lama, dan pemakaiannya menuntut ventilasi serta pengetahuan tentang ketahanan tinta.
Bahan yang tidak dipakai, dan alasannya
Selotip meninggalkan perekat yang meresap ke serat kertas, menguning, lalu menodai secara permanen — dan noda itu sering lebih merusak daripada sobekan aslinya. Lem serbaguna dan lem instan mengeras menjadi lapisan getas yang tidak ikut menekuk bersama kertas, sehingga tekanan berpindah ke tepi lem dan kertas robek tepat di garis itu. Rinciannya, berikut apa yang bisa dilakukan sebagai gantinya, ada di lima kesalahan DIY yang paling sulit diperbaiki.
Kalau istilah di halaman ini terasa asing, mulai dari anatomi buku.
Rujukan
- Preserving Your Books — Library of Congress. Panduan penyimpanan dan penanganan untuk koleksi pribadi.
- Collections Care (tautan aslinya sudah mati; rujukan dipertahankan tanpa tautan) — Library of Congress. Panduan per jenis bahan.
- Code of Ethics and Guidelines for Practice — American Institute for Conservation.
- Preservation Leaflets — Northeast Document Conservation Center. Seri panduan teknis gratis.



