Saddle Stitch Binding, atau dalam Bahasa Indonesia sering disebut Jilid Sadel, Jilid Pelana, atau Jilid Staples Tengah, adalah sebuah metode penjilidan buku di mana lembaran-lembaran kertas yang sudah dilipat dua dikumpulkan menjadi satu (disebut signature), lalu dijepit atau dijahit tepat di sepanjang garis lipatan tengah. Nama “sadel” atau “pelana” berasal dari prosesnya, di mana tumpukan kertas ini diletakkan di atas sebuah alat yang bentuknya menyerupai pelana kuda (saddle) sebelum dijilid. Meskipun seringkali menggunakan staples (kawat), dalam konteks kerajinan tangan (handmade), metode ini menggunakan benang yang dijahit secara manual untuk memberikan sentuhan yang lebih personal dan artistik.

Mendengar kata “jilid staples,” mungkin yang terlintas di benak kita adalah proses yang sederhana, cepat, dan sering ditemui di fotokopian untuk membuat buklet tipis atau proposal. Anggapan itu tidak salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Di dunia penjilidan buku, Saddle Stitch adalah sebuah dunia tersendiri yang penuh dengan nuansa, sejarah, dan teknik yang membedakan antara produksi massal dan karya seni buatan tangan. Ini adalah salah satu metode penjilidan paling tua dan paling fundamental, sebuah gerbang awal bagi banyak pengrajin buku untuk memulai perjalanannya. Namun, seperti yang sering dikatakan para ahli, kesederhanaan seringkali menyembunyikan tingkat kesulitan yang tak terduga. Untuk menghasilkan sebuah buku jilid sadel yang rapi, presisi, dan tahan lama, dibutuhkan pemahaman mendalam tentang kertas, ketegangan benang, dan presisi dalam setiap lubang dan tarikan jarum.
Artikel ini akan mengupas tuntas tentang Saddle Stitch Binding, dari definisinya yang paling dasar hingga perbedaannya yang signifikan dalam konteks komersial dan kerajinan tangan. Kita akan menjelajahi mengapa metode yang tampak simpel ini begitu dicintai untuk publikasi independen seperti zine, buku menu, dan jurnal minimalis, sekaligus memahami mengapa para pengrajin di Hibrkraft menghargai teknik ini sebagai fondasi dari seni penjilidan yang lebih kompleks. Kami juga akan meluruskan salah satu miskonsepsi paling umum: perbedaan krusial antara “Saddle Stitch” dalam penjilidan buku dan “Saddle Stitch” dalam kerajinan kulit. Keduanya berbagi nama, namun memiliki teknik dan tujuan yang sama sekali berbeda.
Membedah Anatomi Saddle Stitch: Dari Nama Hingga Fungsi
Untuk benar-benar memahami sebuah teknik, kita perlu memulainya dari asal-usul namanya. Istilah “Saddle Stitch” atau “Jilid Pelana” sangatlah deskriptif. Bayangkan sebuah pelana kuda. Saat seorang penjahit buku (bookbinder) akan menjilid dengan metode ini, mereka mengambil kumpulan kertas yang sudah dilipat dan disusun (disebut signatures) dan meletakkannya “mengangkang” di atas sebuah penyangga atau mesin yang bentuknya mirip pelana. Posisi ini memastikan semua halaman lurus dan sejajar di bagian punggungnya, siap untuk “ditusuk” tepat di bagian tengah lipatan. Baik itu menggunakan mesin stapler industri berkekuatan tinggi atau jarum dan benang di tangan seorang pengrajin, prinsip dasarnya tetap sama: mengamankan halaman dari bagian luar ke dalam melalui tulang punggung buku.
Ada dua varian utama dari Jilid Sadel yang perlu dibedakan:
- Jilid Sadel Komersial (Menggunakan Staples): Ini adalah metode yang paling umum kita temui. Digunakan untuk produksi massal majalah, katalog, buku panduan, buku menu, dan buklet promosi. Prosesnya sangat cepat dan terotomatisasi. Lembaran kertas dicetak, dikumpulkan, diletakkan di atas “pelana” mesin, dijepit dengan kawat staples dari bagian luar, lalu dilipat dan dipotong presisi di ketiga sisinya. Keunggulannya adalah biaya yang rendah dan kecepatan produksi yang tinggi.
- Jilid Sadel Manual (Menggunakan Benang): Ini adalah ranah para pengrajin, seniman buku, dan para penggemar DIY. Dikenal juga dengan sebutan Pamphlet Stitch, metode ini menggantikan staples dengan benang. Prosesnya membutuhkan ketelitian lebih. Pengrajin harus menandai titik-titik lubang di sepanjang lipatan dengan presisi, melubanginya satu per satu menggunakan alat pelubang (awl), lalu menjahitnya dengan jarum dan benang (seringkali benang lilin atau waxed thread agar lebih kuat dan tidak mudah kusut). Hasilnya adalah sebuah buku dengan sentuhan personal yang hangat, jahitan yang terlihat sebagai elemen dekoratif, dan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam memilih bahan. Inilah yang sering dimaksud ketika seorang pengrajin menyebut teknik ini “susah”, karena kesempurnaan jahitan, ketegangan benang yang pas, dan kerapian simpul sangat menentukan kualitas akhir buku.
Karakteristik visual utama dari buku yang dijilid dengan metode Saddle Stitch sangat mudah dikenali. Ketika Anda membukanya tepat di halaman tengah, Anda akan melihat dua atau tiga staples logam atau sebaris jahitan benang yang membentang dari atas ke bawah di sepanjang lipatan. Keunggulan fungsional terbesarnya adalah kemampuannya untuk terbuka sangat datar (lay-flat), menjadikannya ideal untuk desain yang membentang di dua halaman (spreads) tanpa ada informasi yang hilang di bagian tengah buku.
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah menyamakan Saddle Stitch dalam penjilidan buku dengan Saddle Stitch dalam kerajinan kulit. Keduanya adalah teknik yang sama sekali berbeda. Pada buku, ia mengikat halaman di lipatan tengah. Pada kulit, ia adalah jahitan tangan dua jarum yang sangat kuat untuk menyatukan dua potong kulit sisi demi sisi.
Sejarah Singkat dan Relevansinya Hari Ini
Jilid Sadel dalam bentuk jahitannya (pamphlet stitch) adalah salah satu teknik penjilidan tertua dan paling dasar. Jauh sebelum adanya mesin cetak modern dan staples, pamflet, traktat politik, dan naskah-naskah tipis disatukan dengan cara dijahit di bagian tengahnya. Metode ini menjadi sangat populer karena efisiensinya. Hanya dengan selembar benang, sebuah naskah bisa berubah menjadi buku yang fungsional.
Di era modern, kebangkitan kembali budaya zine (majalah independen yang diterbitkan sendiri) pada akhir abad ke-20 kembali mempopulerkan jilid sadel. Para seniman dan penulis menemukan bahwa dengan sebuah mesin fotokopi dan stapler panjang (long-reach stapler), mereka bisa memproduksi publikasi mereka sendiri dengan cepat dan murah. Semangat DIY (Do-It-Yourself) ini menjadikan Saddle Stitch sebagai simbol kebebasan berekspresi dan perlawanan terhadap industri penerbitan arus utama.
Hingga hari ini, Saddle Stitch tetap menjadi pilihan utama untuk proyek-proyek dengan jumlah halaman yang terbatas. Umumnya, metode ini paling efektif untuk buku dengan ketebalan di bawah 64 halaman, meskipun beberapa percetakan bisa mendorongnya hingga 80 atau bahkan 100 halaman tergantung pada ketebalan kertas. Lebih dari itu, akan terjadi masalah yang disebut “creep” atau pergeseran, di mana halaman-halaman bagian dalam akan menonjol keluar lebih jauh daripada halaman luar setelah dilipat dan dipotong, menyebabkan margin halaman menjadi tidak konsisten. Inilah batasan teknis yang membuatnya tidak cocok untuk novel tebal atau buku teks, namun sempurna untuk jurnal perjalanan, buku catatan tipis, buku puisi, atau portofolio ringkas.

Kapan Harus Memilih Jilid Sadel? Sebuah Panduan Praktis
Memilih metode penjilidan yang tepat adalah keputusan krusial yang mempengaruhi fungsionalitas, estetika, dan biaya sebuah buku. Jilid Sadel, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, memiliki tempatnya sendiri. Jadi, kapan sebaiknya Anda memilih metode ini?
Kelebihan Jilid Sadel (Pros):
- Biaya Efektif: Terutama untuk versi komersial dengan staples, ini adalah salah satu metode penjilidan termurah. Prosesnya yang minimalis dan terotomatisasi menekan biaya produksi secara signifikan.
- Kemampuan Terbuka Datar (Lay-Flat): Ini adalah keunggulan utamanya. Buku bisa dibuka 180 derajat tanpa merusak punggung buku, sempurna untuk menampilkan gambar, peta, atau desain grafis yang melintasi dua halaman.
- Ringan dan Tipis: Karena tidak menggunakan lem atau sampul yang tebal, buku jilid sadel sangat ringan dan tidak memakan banyak tempat, membuatnya ideal untuk dikirim melalui pos atau dibawa bepergian.
- Waktu Produksi Cepat: Proses penjilidan yang cepat memungkinkan penyelesaian proyek dalam waktu singkat, sangat cocok untuk kebutuhan mendesak seperti materi acara atau promosi terbatas.
- Tampilan Profesional dan Bersih: Meskipun sederhana, hasil akhirnya terlihat rapi dan profesional, terutama jika dilakukan dengan presisi.
Kekurangan Jilid Sadel (Cons):
- Batasan Jumlah Halaman: Ini adalah kelemahan terbesarnya. Metode ini tidak cocok untuk buku tebal. Semakin banyak halaman, semakin besar risiko “creep” dan semakin sulit buku untuk tetap tertutup rapat. Aturan umumnya adalah di bawah 64-80 halaman.
- Kurang Tahan Lama: Dibandingkan dengan jilidan yang dijahit benang seperti Smyth Sewn atau Coptic Stitch, jilid sadel (terutama yang menggunakan staples) kurang awet untuk penggunaan jangka panjang dan berat. Staples bisa berkarat seiring waktu, dan punggung buku bisa robek jika tidak ditangani dengan hati-hati.
- Tidak Ada Punggung Buku untuk Judul (Spine): Karena punggungnya hanya berupa lipatan tajam, tidak ada area datar untuk mencetak judul, nama penulis, atau informasi lainnya. Ini bisa menjadi kekurangan saat buku diletakkan di rak.
Saddle Stitch vs. Metode Penjilidan Lainnya
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita bandingkan Jilid Sadel dengan beberapa alternatif populer:
- vs. Perfect Binding (Jilid Lem Panas): Perfect binding, yang biasa digunakan untuk buku novel atau majalah tebal, menumpuk halaman-halaman dan merekatkannya ke sampul menggunakan lem panas yang kuat. Metode ini bisa mengakomodasi ratusan halaman dan memberikan punggung buku yang datar untuk judul. Namun, buku dengan jilid ini tidak bisa terbuka 100% datar. Pilih Saddle Stitch untuk buklet tipis dan lay-flat, pilih Perfect Binding untuk buku tebal dengan tampilan seperti di toko buku.
- vs. Smyth Sewn (Jahit Benang): Ini adalah metode penjilidan berkualitas tinggi di mana signature-signature dijahit bersama sebelum direkatkan ke sampul. Hasilnya sangat kuat, tahan lama, dan bisa terbuka relatif datar. Ini adalah standar emas untuk buku hardcover. Pilih Saddle Stitch untuk proyek yang simpel dan ekonomis, pilih Smyth Sewn untuk buku arsip, buku edisi kolektor, atau buku yang akan sering digunakan.
- vs. Spiral/Wire-O Binding (Jilid Spiral): Metode ini menggunakan kawat atau plastik spiral yang dimasukkan melalui lubang-lubang di sepanjang sisi halaman. Keunggulannya adalah kemampuan untuk terbuka 360 derajat dan tetap datar. Namun, estetikanya sering dianggap kurang formal atau “korporat”. Pilih Saddle Stitch untuk tampilan buku tradisional yang bersih, pilih Spiral untuk buku catatan, manual, atau presentasi yang membutuhkan fungsionalitas putar penuh.
Perspektif Hibrkraft: Fondasi Seni yang Kami Hargai
Di Hibrkraft, kami berfokus pada penciptaan jurnal kulit dan buku kustom yang dirancang untuk bertahan seumur hidup. Oleh karena itu, teknik penjilidan utama kami adalah yang lebih kompleks dan kuat, seperti Coptic Stitch, Longstitch, atau French Link Stitch, yang memungkinkan buku memiliki punggung terbuka yang indah dan kekuatan yang luar biasa. Namun, kami memandang Saddle Stitch (khususnya versi jahit tangan atau pamphlet stitch) dengan penuh hormat.
Bagi kami, pamphlet stitch adalah latihan fundamental dalam seni penjilidan. Ia mengajarkan hal-hal paling dasar: bagaimana merasakan karakter kertas, bagaimana melubangi dengan presisi, dan yang terpenting, bagaimana mengontrol ketegangan benang—sebuah keterampilan yang menjadi inti dari semua teknik jahit buku yang lebih rumit. Terkadang, kami menggunakan teknik ini untuk membuat sisipan (insert) atau buku catatan pelengkap untuk jurnal kulit utama kami. Sebuah jurnal kulit yang megah bisa saja berisi beberapa buklet jilid sadel di dalamnya, masing-masing untuk tujuan yang berbeda.
Memahami Saddle Stitch membantu pelanggan kami menghargai kompleksitas di balik sebuah buku buatan tangan. Ketika Anda melihat sebuah jahitan sederhana di tengah buku, Anda mulai memahami bahwa di balik setiap jahitan, ada pilihan, ada keterampilan, dan ada cerita. Ini adalah pengingat bahwa bahkan dalam bentuknya yang paling sederhana, sebuah buku adalah objek keajaiban teknik dan seni.
FAQ
Apa bedanya jilid sadel (saddle stitch) dengan jilid staples biasa?
Secara esensial, jilid sadel komersial adalah jenis jilid staples. Namun, istilah “Saddle Stitch” atau “Jilid Sadel” lebih spesifik, merujuk pada penjepitan staples tepat di tengah lipatan buku (punggung buku). Sementara “jilid staples biasa” bisa juga merujuk pada staples di sudut kiri atas (seperti pada tumpukan makalah) yang fungsinya hanya menyatukan kertas lepas, bukan untuk membuat buklet. Jadi, semua jilid sadel (komersial) adalah jilid staples, tetapi tidak semua jilid staples adalah jilid sadel.
Berapa jumlah halaman maksimal untuk jilid sadel?
Jumlah halaman ideal untuk jilid sadel sangat bergantung pada ketebalan kertas. Sebagai aturan umum, batas amannya adalah 64 halaman. Beberapa percetakan mungkin bisa mengerjakan hingga 80 atau bahkan 100 halaman jika menggunakan kertas yang sangat tipis. Lebih dari itu, akan terjadi masalah “creep” (halaman dalam menonjol) yang signifikan, dan buku akan sulit untuk tetap tertutup atau menggelembung di bagian punggungnya.
Apakah saddle stitch di penjilidan buku sama dengan saddle stitch di kerajinan kulit?
Tidak, dan ini adalah poin yang sangat penting. Keduanya adalah teknik yang sama sekali berbeda meskipun namanya sama.
- Saddle Stitch (Penjilidan Buku): Menjahit atau menstaples lembaran yang dilipat di sepanjang garis lipatan tengah untuk membuat sebuah buklet.
- Saddle Stitch (Kerajinan Kulit): Sebuah teknik jahit tangan yang sangat kuat menggunakan dua jarum secara bersamaan pada satu benang. Jahitan ini menciptakan simpul di dalam setiap lubang jahitan, digunakan untuk menyatukan dua atau lebih potongan kulit secara berdampingan. Teknik ini terkenal karena kekuatan dan durabilitasnya yang luar biasa, sering digunakan pada produk kulit mewah.
Kesamaan nama ini seringkali menimbulkan kebingungan, namun fungsi dan prosesnya sangatlah berbeda.
Referensi
- PrintingForLess. “What is Saddle Stitch Binding?”.
- LDD. “Saddle Stitching vs Perfect Binding: Which one to choose?”.
- BookWeb. “A Brief History of Saddle-Stitching”.
- Company Folders. “Saddle Stitching vs. Perfect Binding: Which is Better?”.

Notebook Kustom Personal
Dari jahitan fundamental hingga desain yang rumit, ciptakan jurnal yang benar-benar milikmu. Dibuat tangan dengan kulit asli dan kualitas abadi.
Handmade to express your story, crafted with real leather and timeless quality.

Solusi Bisnis & Whitelabel
Tingkatkan citra merek Anda dengan agenda dan notebook premium, dari buklet jilid sadel hingga jurnal kulit mewah, semua di bawah label Anda sendiri.
Elevate your brand with premium custom agendas and notebooks under your own label.

Reparasi & Konservasi Buku
Pulihkan buku berharga, dari novel berjilid sederhana hingga kitab pusaka. Kami merawatnya dengan teknik arsiparis untuk generasi mendatang.
Restore treasured books with care, skill, and archival techniques that last for generations.