1S. 6D./1 Shilling 6 Pence

1s. 6d. adalah notasi singkatan untuk nilai uang dalam sistem moneter Inggris pra-desimal, yang mewakili “satu shilling dan enam pence”. Dalam sistem ini, satu shilling setara dengan 12 pence, sehingga total nilai 1s. 6d. adalah 18 pence. Notasi ini sangat umum ditemukan dalam dokumen-dokumen sejarah, di margin buku-buku antik, dan pada catatan perdagangan dari sebelum tahun 1971 di Britania Raya. Bagi para pegiat sejarah buku, kolektor, dan perajin yang bekerja dengan material antik, memahami notasi ini sangat penting untuk menafsirkan harga asli barang, biaya jasa penjilidan, atau nilai ekonomi suatu objek pada masanya, membuka jendela ke dalam dunia yang sangat berbeda.

Single Shilling 6 Pence
Single Shilling 6 Pence

Membuka sebuah buku tua seringkali terasa seperti melakukan perjalanan waktu. Aroma kertas yang menua, tekstur jilid yang rapuh, dan gaya huruf yang kuno semuanya membawa kita ke era lain. Namun, terkadang, petunjuk paling menarik tentang masa lalu buku tersebut bukanlah kata-kata yang tercetak di halamannya, melainkan coretan samar pensil di halaman pertama atau sampul dalam. Sebuah notasi seperti “1s. 6d.” atau “1/6” mungkin tampak seperti kode rahasia bagi mata modern. Namun, bagi mereka yang memahaminya, kode ini adalah kunci yang membuka cerita tersembunyi tentang nilai, aksesibilitas, dan konteks sosial sebuah buku. Ini bukan sekadar harga, ini adalah artefak ekonomi yang memberi tahu kita seberapa berharganya buku ini bagi pemilik aslinya dan masyarakat pada saat itu.

Memahami 1s. 6d. adalah langkah pertama untuk menjadi seorang “arkeolog buku”. Ini memungkinkan kita untuk melihat sebuah buku bukan hanya sebagai wadah cerita, tetapi sebagai objek yang pernah menjadi bagian dari transaksi sehari-hari. Apakah buku ini barang mewah yang hanya bisa dibeli oleh segelintir orang, ataukah edisi murah yang dirancang untuk dinikmati oleh massa? Jawaban atas pertanyaan ini seringkali terkandung dalam notasi singkat tersebut. Bagi perajin di Hibrkraft yang seringkali dipercaya untuk merestorasi pusaka-pusaka ini, memahami setiap detail—termasuk coretan harga yang tampaknya sepele—adalah bagian dari menghormati dan melestarikan sejarah lengkap objek tersebut.

Lebih dari Angka: Membongkar Sistem Moneter £sd yang Rumit

Untuk benar-benar menghargai apa arti 1s. 6d., kita harus menyelami sistem mata uang yang melahirkannya. sistem Pound, Shilling, dan Pence, yang biasa dikenal sebagai £sd (diucapkan L-S-D). Sistem ini digunakan di Britania Raya dan sebagian besar Kerajaan Inggris selama lebih dari seribu tahun sebelum akhirnya digantikan oleh sistem desimal pada tahun 1971. Berbeda dengan sistem desimal modern kita yang berbasis 10, £sd adalah sistem yang tampaknya rumit dengan basis campuran.

Strukturnya adalah sebagai berikut:

  • 1 Pound (£) sama dengan 20 Shilling (s)
  • 1 Shilling (s) sama dengan 12 Pence (d)

Ini berarti ada 240 pence dalam satu pound (£1 = 20s x 12d). Sistem ini mungkin tampak tidak logis bagi kita sekarang, tetapi ia memiliki akar sejarah yang dalam dan berfungsi dengan baik selama berabad-abad. Denominasi seperti 1s. 6d. (satu shilling dan enam pence) atau 18 pence, sangat umum. Nilai ini setara dengan 1/8 dari satu pound pada masa itu. Pecahan lain yang sering muncul adalah “half a crown” (setengah mahkota) yang bernilai 2s. 6d. (dua shilling dan enam pence).

Mengapa “s” untuk Shilling dan “d” untuk Pence?

Salah satu kebingungan pertama bagi pemula adalah mengapa “shilling” disingkat “s” dan “pence” disingkat “d”. Jawabannya terletak pada warisan Kekaisaran Romawi. Nama £sd berasal dari nama koin Romawi dalam bahasa Latin:

  • £ (Pound): Berasal dari kata *Libra*, satuan berat Romawi. Inilah mengapa simbol pound adalah ‘L’ yang digayakan.
  • s (Shilling): Berasal dari *Solidus*, koin emas Romawi.
  • d (Pence): Berasal dari *Denarius*, koin perak Romawi yang paling umum.

Jadi, ketika Anda melihat 1s. 6d., Anda sebenarnya melihat gema dari sistem moneter yang berusia ribuan tahun. Ini adalah pengingat bahwa banyak aspek dunia modern kita, bahkan hal-hal sekecil singkatan mata uang, memiliki akar yang jauh lebih dalam dari yang kita duga.

Coretan harga ‘1s. 6d.’ pada buku tua bukan sekadar label harga. Ia adalah bisikan dari masa lalu, yang menceritakan nilai sebuah cerita dalam takaran shilling dan pence.

Relevansi dalam Dunia Buku dan Kerajinan Kulit

Bagi siapa pun yang terlibat dengan buku-buku antik, notasi ini muncul di mana-mana dan memberikan wawasan yang tak ternilai. Saat seorang konservator buku di Hibrkraft menangani sebuah novel dari era Victoria, menemukan notasi “1/6” (cara lain menulis 1s. 6d.) di dalamnya langsung memberikan konteks.

1. Menentukan Provenance (Asal-Usul): Harga ini membantu mengidentifikasi jenis edisi buku tersebut. Misalnya, pada abad ke-19, novel tiga volume yang dijilid dengan indah mungkin berharga satu setengah guinea (£1 11s. 6d.), sebuah harga yang sangat mahal. Sebaliknya, buku bersampul kertas atau “yellowback” yang dijual di stasiun kereta api mungkin hanya berharga satu atau dua shilling. Harga 1s. 6d. menempatkan buku tersebut di antara keduanya, mungkin sebagai edisi cetak ulang yang terjangkau bagi kelas menengah yang sedang tumbuh.

2. Memahami Pasar Buku: Notasi harga ini adalah data. Ketika ditemukan di banyak buku dari periode yang sama, ia membantu sejarawan buku melacak inflasi, strategi penetapan harga penerbit, dan daya beli masyarakat. Ia menceritakan kisah tentang bagaimana literatur menjadi lebih mudah diakses dari waktu ke waktu.

3. Konteks untuk Kerajinan: Dalam catatan atau buku besar penjilid buku tua, notasi £sd akan merinci biaya material—harga selembar kulit, selembar kertas marmer, atau sebotol lem. Memahami nilai ini membantu kita menghargai ekonomi kerajinan pada masa itu. Misalnya, jika biaya penjilidan ulang sebuah buku adalah 5s., kita tahu itu adalah investasi yang signifikan, setara dengan upah kerja beberapa hari bagi sebagian orang.

Dengan demikian, 1s. 6d. berhenti menjadi angka abstrak dan menjadi titik data yang kaya, sebuah fragmen informasi yang menghubungkan objek fisik di tangan kita dengan kehidupan dan ekonomi orang-orang yang membuatnya dan membacanya di masa lalu.


Memahami sejarah di balik buku-buku antik yang dibuat dengan sentuhan tangan

Akhir Sebuah Era: Transisi ke Sistem Desimal

Sistem £sd yang telah bertahan selama lebih dari 1.200 tahun akhirnya menemui ajalnya pada paruh kedua abad ke-20. Seiring dengan semakin terintegrasinya dunia dan dominasi sistem desimal di negara lain, sistem Inggris yang unik dianggap semakin tidak praktis, terutama untuk perdagangan internasional dan komputasi. Setelah bertahun-tahun perdebatan dan persiapan, Britania Raya secara resmi beralih ke sistem mata uang desimal pada tanggal 15 Februari 1971, sebuah hari yang kemudian dikenal sebagai “Decimal Day”.

Konversi dan Kekacauan

Scattered 1 Shilling 6 Pence
Scattered 1 Shilling 6 Pence

Pada hari itu, shilling dan pence lama dihapuskan, dan pound dibagi menjadi 100 “pence baru” (new pence), yang disingkat “p”. Transisi ini adalah upaya logistik besar-besaran, yang melibatkan kampanye informasi publik yang luas, pencetakan miliaran koin baru, dan penyesuaian setiap mesin kasir dan mesin penjual otomatis di seluruh negeri. Untuk sementara waktu, harga barang sering ditampilkan dalam kedua mata uang untuk membantu orang beradaptasi.

Lalu, bagaimana nilai 1s. 6d. dikonversi? Prosesnya sebagai berikut:

  • Satu shilling (1s. atau 12d.) menjadi setara dengan 5 pence baru (5p).
  • Enam pence (6d.) menjadi setara dengan 2,5 pence baru (2.5p).

Jadi, 1s. 6d. (atau 18d.) secara langsung setara dengan 7,5 pence baru (7.5p). Koin setengah pence baru (½p) diperkenalkan untuk menangani konversi ganjil ini, meskipun koin tersebut akhirnya ditarik dari peredaran pada tahun 1984.

Cara Membaca Notasi Lainnya

Selain 1s. 6d., Anda mungkin menemukan berbagai cara lain untuk menuliskan nilai dalam sistem £sd. Memahaminya adalah bagian dari literasi sejarah.

  • Tiga Komponen (£ s. d.): Nilai penuh ditulis sebagai £2 10s. 6d. (dua pound, sepuluh shilling, dan enam pence).
  • Hanya Shilling dan Pence: Nilai di bawah satu pound sering ditulis hanya dengan shilling dan pence, seperti 7s. 6d. Ini sering juga ditulis dengan garis miring atau *solidus*, seperti 7/6. Dalam notasi ini, “1/6” berarti 1s. 6d.
  • Hanya Pence: Nilai di bawah satu shilling ditulis hanya dalam pence, seperti 8d.
  • Tanda “-” untuk Nol: Terkadang, jika tidak ada pence, tanda hubung digunakan. Misalnya, 5/- berarti persis lima shilling.

Studi Kasus: Reparasi Buku dan Makna di Balik Angka

Bayangkan seorang pelanggan membawa Alkitab keluarga era Edwardian ke Hibrkraft untuk diperbaiki. Jilidnya longgar, dan beberapa halaman robek. Saat memeriksa buku itu, perajin kami menemukan tulisan pensil di bagian dalam sampul depan: “To John, Christmas 1908. Price 4/6.”

Notasi “4/6” (empat shilling dan enam pence) ini lebih dari sekadar harga. Ini adalah sebuah cerita. Dengan sedikit riset, kita bisa mengetahui bahwa pada tahun 1908, upah rata-rata seorang pekerja terampil adalah sekitar 30-40 shilling per minggu. Ini berarti Alkitab seharga 4/6 mewakili pengeluaran yang cukup signifikan, mungkin setara dengan upah kerja setengah hari atau lebih. Ini bukanlah pembelian impulsif. Ini adalah hadiah yang dipertimbangkan dengan cermat, dibeli dengan pengorbanan, dan dimaksudkan untuk dihargai. Pemahaman ini mengubah cara perajin kami mendekati restorasi. Mereka tidak hanya memperbaiki objek fisik, mereka melestarikan bukti cinta dan pengorbanan dari masa lalu. Pengetahuan tentang nilai 4/6 memberikan bobot emosional pada pekerjaan mereka, memastikan setiap jahitan dan setiap lembar kertas perbaikan dilakukan dengan rasa hormat yang mendalam terhadap sejarah buku tersebut.

Inilah mengapa istilah seperti 1s. 6d. sangat penting dalam pekerjaan kami. Ia adalah jembatan yang menghubungkan keahlian teknis kami dengan jiwa dari objek yang kami rawat. Ia mengingatkan kita bahwa setiap buku memiliki biografi, dan terkadang, petunjuk terpentingnya ditulis dalam bahasa shilling dan pence.

FAQ

Apa arti 1s. 6d. dan berapa nilainya dalam sistem lama?

1s. 6d. adalah singkatan dari satu shilling dan enam pence. Dalam sistem mata uang pra-desimal Inggris (£sd), satu shilling sama dengan 12 pence. Oleh karena itu, 1s. 6d. memiliki total nilai 18 pence lama. Notasi ini sering juga ditulis sebagai “1/6”.

Mengapa 'shilling' disingkat 's' dan 'pence' disingkat 'd'?

Singkatan ini berasal dari nama koin Romawi kuno dalam bahasa Latin. ‘s’ berasal dari *solidus* (koin emas) dan ‘d’ berasal dari *denarius* (koin perak). Simbol pound (£) sendiri berasal dari *libra*. Ini adalah warisan dari pengaruh Romawi pada sistem moneter Eropa awal.

Kapan sistem mata uang ini berhenti digunakan di Inggris?

Sistem Pound, Shilling, dan Pence (£sd) secara resmi digantikan oleh sistem desimal pada tanggal 15 Februari 1971, sebuah peristiwa yang dikenal sebagai “Decimal Day”. Setelah tanggal ini, pound dibagi menjadi 100 “pence baru” (p).

Di mana saya paling mungkin menemukan notasi seperti 1s. 6d. saat ini?

Anda paling mungkin menemukan notasi ini di dalam buku-buku antik (biasanya ditulis dengan pensil di halaman pertama atau sampul dalam), pada dokumen-dokumen sejarah seperti kwitansi, surat wasiat, atau buku besar akuntansi, serta pada iklan-iklan lama di surat kabar atau majalah dari sebelum tahun 1971.

Referensi

Custom Notebook untuk Menciptakan Sejarah Baru

Ciptakan Warisan Anda

Handmade to express your story, crafted with real leather and timeless quality.

Mulai cerita Anda hari ini. Ciptakan jurnal kulit kustom yang akan menjadi warisan berharga di masa depan, layaknya buku-buku bersejarah yang kita kagumi dan lestarikan.

Pesan Sekarang

Hadiah Bisnis dengan Nilai Abadi

Nilai yang Tak Lekang Waktu

Elevate your brand with premium custom agendas and notebooks under your own label.

Hadiah korporat yang melampaui tren sesaat. Sebuah agenda kulit adalah investasi dalam kualitas abadi, sebuah pesan berkelas yang nilainya tak akan pernah usang oleh waktu.

Hubungi Kami

Reparasi Buku Antik dan Pelestarian Sejarah

Lestarikan Kisah di Dalamnya

Restore treasured books with care, skill, and archival techniques that last for generations.

Temukan notasi bersejarah di buku Anda? Kami tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik. kami membantu melestarikan cerita dan konteks sejarah buku kesayangan Anda.

Konsultasi Gratis

Next Post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?