Kita sering mencari cerita-cerita besar, kisah para pahlawan atau inovator. Tapi bagaimana dengan cerita yang tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi besar? Artikel ini mengajak Anda menyelami The Sumner Diaries, kumpulan jurnal pribadi dari seorang warga biasa di Kanada abad ke-19. Melalui catatan hariannya yang jujur dan tanpa filter, kita akan menemukan mengapa kisah orang biasa bisa jauh lebih menggugah, bagaimana kehidupan sehari-hari membentuk sejarah, dan apa yang bisa kita pelajari dari kebiasaan sederhana mencatat hidup—sebuah inspirasi untuk menemukan makna dalam keseharian kita sendiri.
Mengapa Kita Begitu Tertarik pada Jurnal Orang Lain? Sebuah Cermin di Tengah Riuhnya Dunia
Di era digital ini, kita dibanjiri oleh cerita. Setiap hari, linimasa kita dipenuhi dengan potongan-potongan kehidupan orang lain yang disajikan dengan sempurna: liburan impian, pencapaian karier, momen keluarga yang sinematik. Namun, seringkali ada jarak antara apa yang ditampilkan dan apa yang dirasakan. Keterbukaan modern seringkali adalah keterbukaan yang terkurasi, sebuah pertunjukan yang dirancang untuk mendapatkan validasi.
Di tengah lautan konten yang dipoles ini, ada sebuah keindahan yang sunyi dan otentik saat kita menemukan sesuatu yang ditulis tanpa maksud untuk dilihat orang lain. Itulah daya tarik abadi dari sebuah jurnal atau buku harian pribadi. Ia adalah ruang paling jujur, sebuah rekaman pemikiran yang tidak diedit, dan pantulan jiwa yang mentah. Membaca jurnal orang lain terasa seperti menemukan sebuah rahasia yang tidak pernah berniat menjadi rahasia. Ia hanya jujur. Dan kejujuran, di zaman sekarang, adalah sebuah kemewahan yang mengejutkan.
Rasa penasaran kita terhadap jurnal pribadi bukanlah sekadar “kepo” atau iseng. Ini adalah dorongan yang lebih dalam untuk terhubung dengan esensi kemanusiaan. Kita bertanya: Bagaimana rasanya hidup di masa itu? Apa yang membuat orang lain cemas saat tengah malam? Apa kebahagiaan kecil yang mereka syukuri? Apa yang mereka anggap penting saat tak ada seorang pun yang melihat?
Dalam halaman-halaman sebuah jurnal, tidak ada filter. Keluhan tentang cuaca yang mendung, kekesalan karena harga gandum naik, atau kebahagiaan singkat melihat bunga pertama mekar di musim semi, semuanya memiliki bobot yang sama. Kita tahu ini bukan ditulis untuk kita, melainkan untuk diri sendiri. Dan justru itulah yang membuatnya sangat berharga dan nyata.
Para psikolog menyebut fenomena ini sebagai bentuk koneksi parasosial yang sehat. Saat membaca pengalaman orang lain, kita secara tidak sadar membandingkannya dengan hidup kita. Terkadang, kita merasa ditemani dalam kesendirian kita (“ternyata orang lain juga merasakan ini”). Di lain waktu, kita menemukan perspektif baru yang tidak pernah kita pikirkan. Jurnal memiliki kekuatan magis untuk mengecilkan jarak waktu dan budaya, menghubungkan masa lalu dan masa kini melalui benang merah yang universal: perasaan manusia yang pada dasarnya tidak banyak berubah.
Dan dalam kasus The Sumner Diaries, kita tidak hanya menemukan koneksi personal. Kita menemukan kepingan sejarah yang hilang, yang tidak akan pernah Anda temukan di buku teks. Bukan karena sejarahnya tidak penting, tapi karena sejarahnya terlalu dekat dengan kehidupan itu sendiri. Karena sejarahnya adalah kehidupan.
Siapa George Sumner? Sosok Biasa di Balik Catatan Luar Biasa

Nama George Sumner tidak akan Anda temukan dalam daftar pahlawan nasional Kanada. Ia bukan politisi besar, jenderal perang, atau seorang industrialis kaya raya. Namun, bagi kota kecil Oakville di Ontario, Sumner adalah seorang saksi mata yang teliti, seorang penulis kronik kehidupan sehari-hari yang tanpa sadar mewariskan harta karun sejarah yang tak ternilai.
George Sumner (beberapa catatan awal salah mengidentifikasinya sebagai William) hidup di abad ke-19, sebuah era transformatif bagi Kanada. Ia menyaksikan langsung periode setelah Perang 1812, masa ketika komunitas-komunitas kecil di Upper Canada (sekarang Ontario) mulai bertumbuh dari pemukiman agraris menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan yang sibuk. Sumner adalah bagian dari denyut nadi komunitas ini. Profesinya tidak tercatat dengan jelas—ia mungkin seorang petani, pedagang kecil, atau pegawai kota. Justru statusnya sebagai “orang biasa” inilah yang membuat jurnalnya menjadi artefak yang begitu penting.
Catatan hariannya tidak dipenuhi dengan proklamasi besar atau analisis politik tingkat tinggi. Sebaliknya, jurnal Sumner adalah mozaik dari hal-hal yang dianggap “biasa”:
- Cuaca: Ia mencatat dengan cermat kapan salju pertama turun, kapan es di pelabuhan mulai mencair, dan bagaimana hujan deras memengaruhi panen gandum.
- Ekonomi Lokal: Harga sebutir telur, biaya pengiriman barang, upah seorang pekerja harian, semuanya ia catat. Ini memberi kita gambaran nyata tentang ekonomi mikro pada masanya.
- Kehidupan Sosial: Siapa yang menikah, siapa yang meninggal, perayaan kota, perdebatan di balai kota, hingga gosip kecil yang beredar di komunitas.
- Kesehatan dan Penyakit: Jurnalnya menjadi saksi bisu wabah penyakit yang datang dan pergi, mencatat dengan nada sedih saat anak-anak tetangga jatuh sakit atau ketika seorang warga senior meninggal dunia.
Kita mungkin tidak tahu banyak tentang kepribadian Sumner secara mendalam, ambisi terbesarnya, atau ketakutan terdalamnya. Namun, melalui pilihan kata-katanya, apa yang ia anggap layak untuk dicatat, kita melihat dunianya. Kita melihat cara berpikir masyarakat saat itu, nilai-nilai yang mereka pegang teguh (agama, keluarga, kerja keras), dan kebingungan serta harapan yang mereka hadapi—perasaan yang, secara mengejutkan, masih sangat relevan dengan apa yang kita rasakan hari ini.
Menyelami Koleksi The Sumner Diaries: Jendela Menuju Dunia yang Hilang
The Sumner Diaries bukanlah sebuah novel dengan awal, tengah, dan akhir yang jelas. Ini adalah kumpulan buku catatan yang ditulis selama bertahun-tahun, masing-masing merupakan potongan kehidupan yang jujur. Bayangkan memegang sebuah buku catatan tua, dengan sampul kulit yang usang dan halaman yang menguning. Tintanya, yang ditulis dengan pena celup, terkadang rapi dan teratur, di lain waktu tampak tergesa-gesa seolah ditulis di penghujung hari yang melelahkan.
Ada hari-hari di mana entrinya hanya satu baris: “Salju turun lebat.” Ada hari-hari lain di mana ia menulis beberapa halaman penuh, merinci sebuah peristiwa di kota atau merenungkan sebuah khotbah di gereja. Yang paling menawan dari semuanya adalah tidak adanya pretensi. Sumner tidak sedang mencoba mengesankan siapa pun. Ini adalah percakapan antara dirinya, penanya, dan lembaran kertas. Kemurnian inilah yang membuatnya begitu kuat.
Isi dari jurnal-jurnal ini dapat dikategorikan ke dalam beberapa tema utama yang secara konsisten muncul, memberikan kita gambaran 360 derajat tentang kehidupan di Oakville pada abad ke-19.
Kategori Entri | Contoh Spesifik yang Dicatat Sumner | Makna Sejarah dan Sosial |
---|---|---|
Lingkungan & Pertanian | Detail cuaca harian, waktu tanam dan panen, kondisi Danau Ontario, kapan kapal pertama bisa berlayar setelah musim dingin. | Menunjukkan betapa bergantungnya kehidupan pada alam. Cuaca bukan sekadar topik obrolan, tapi penentu kelangsungan hidup dan ekonomi. |
Ekonomi & Perdagangan | Harga komoditas (gandum, kayu, telur), upah pekerja, nama kapal yang datang dan pergi dari pelabuhan, pembangunan toko atau bisnis baru. | Memberikan data ekonomi mikro yang langka. Kita bisa melacak inflasi, standar hidup, dan pentingnya Oakville sebagai pelabuhan komersial. |
Komunitas & Sosial | Catatan pernikahan, kelahiran, pemakaman, perayaan kota, pemilihan dewan kota, pembangunan gereja atau sekolah baru. | Membangun kembali jaringan sosial pada masa itu. Kita bisa melihat siapa keluarga-keluarga penting dan bagaimana komunitas saling berinteraksi. |
Kesehatan & Kesejahteraan | Wabah penyakit seperti difteri atau kolera, pengobatan tradisional yang digunakan, tingkat kematian anak, kunjungan dokter. | Memberikan pandangan yang gamblang dan seringkali memilukan tentang realitas kesehatan sebelum era kedokteran modern. Kematian adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. |
Refleksi Pribadi & Moral | Komentar singkat tentang khotbah gereja, pemikiran tentang moralitas, rasa syukur atas panen yang baik, atau kesedihan atas sebuah kehilangan. | Menawarkan sekilas pandang ke dalam kerangka berpikir dan nilai-nilai pribadi individu pada zaman itu, yang dibentuk oleh agama dan komunitas. |
Secara fisik, koleksi ini bervariasi. Ada buku saku kecil yang mungkin ia bawa ke mana-mana, dan ada juga buku besar yang tampaknya menetap di atas meja kerjanya. Semua artefak berharga ini sekarang dirawat, disimpan, dan dipamerkan oleh Oakville Historical Society. Berkat dedikasi mereka, beberapa jurnal telah didigitalisasi dengan hati-hati, dan para sukarelawan telah menghabiskan ribuan jam untuk mentranskripsi tulisan tangan Sumner agar dapat dibaca dan diakses oleh publik global.
Keunikan koleksi ini terletak pada kontinuitasnya. Ini bukan potret satu tahun, melainkan rekaman video panjang dari kehidupan seorang individu yang hidup di tengah perubahan besar. Kita bisa melihat bagaimana cara pandang Sumner berevolusi seiring waktu, dari optimisme seorang pemuda hingga kehati-hatian dan refleksi mendalam di usia senja. Semua itu terukir di halaman-halaman yang mungkin pernah ia anggap sebagai catatan biasa yang akan terlupakan.
Mengapa Catatan Orang Biasa Begitu Penting Bagi Sejarah?
Dalam pelajaran sejarah di sekolah, kita terbiasa belajar dari atas ke bawah. Kita mempelajari perang dari perspektif jenderal, kebijakan dari mulut politisi, dan penemuan dari catatan ilmuwan. Namun, ada cabang ilmu sejarah yang semakin penting yang disebut “sejarah dari bawah” (history from below) atau sejarah sosial. Cabang ini bertanya: Bagaimana peristiwa-peristiwa besar itu dirasakan oleh orang biasa? Bagaimana kehidupan sehari-hari kaum petani, pedagang kecil, ibu rumah tangga, dan pekerja?
The Sumner Diaries adalah contoh sempurna dari sumber sejarah dari bawah. Ia mengisi kekosongan yang tidak bisa diisi oleh dokumen resmi. Dokumen pemerintah mungkin mencatat bahwa sebuah undang-undang pajak baru telah disahkan. Jurnal Sumner mungkin akan memberitahu kita bagaimana pajak itu membuat tetangganya kesulitan membeli benih untuk musim tanam berikutnya. Buku sejarah mungkin menyebutkan pembangunan jalur kereta api sebagai tonggak kemajuan. Catatan Sumner mengungkapkan kegembiraan sekaligus kecemasan warga kota: akankah deru kereta api mengganggu ketenangan kota kecil mereka selamanya?
Di masa kini, jurnal berharga ini menjadi sumber primer bagi berbagai kalangan:
- Sejarawan: Mereka menggunakannya untuk merekonstruksi kehidupan sosial-ekonomi di Upper Canada pasca-Perang 1812.
- Sosiolog: Mereka mempelajari pola interaksi sosial, struktur keluarga, dan norma-norma komunitas agraris.
- Penulis Fiksi Sejarah: Mereka menggali detail-detail otentik—seperti apa bau pelabuhan, apa yang orang makan saat musim dingin, bagaimana mereka berbicara—untuk membuat cerita mereka hidup.
- Pendidik: Guru membawa kutipan dari jurnal ini ke dalam kelas untuk membuat sejarah terasa nyata dan relevan, bukan sekadar hafalan tanggal dan nama.
- Pembaca Biasa: Kita, yang sekadar ingin diingatkan bahwa hidup pernah berjalan lebih lambat, lebih terhubung dengan alam, dan lebih terasa dalam kesederhanaannya.
Nilai jurnal ini bukan hanya dokumenter, tetapi juga emosional. Ia meruntuhkan stereotip bahwa orang-orang di masa lalu adalah sosok-sosok kaku seperti dalam foto hitam-putih. Dengan membaca suara asli mereka, kita mendengar mereka berpikir, meragukan, berharap, dan berduka. Kita menemani mereka dalam kebosanan dan kesyukuran mereka. Kekuatan sebuah jurnal adalah kemampuannya untuk mengubah sejarah dari sekumpulan fakta menjadi sebuah pengalaman bersama yang mendalam.
Inspirasi Abadi dari Sumner: Hidup Anda Layak untuk Dicatat
George Sumner tidak pernah membayangkan bahwa coretan hariannya akan dipamerkan di museum dua abad kemudian. Ia tidak menulis untuk dikenang, dianalisis, atau dikutip. Ia menulis karena itu adalah caranya memproses dunia, sebuah ritus harian untuk menandai berlalunya waktu. Ia hanya menulis. Mungkin tidak setiap hari, mungkin tidak selalu puitis, tapi ia melakukannya. Tindakan sederhana itulah yang membuat catatannya abadi.
Apa yang bisa kita, manusia modern yang hidup di tengah hiruk pikuk digital, pelajari dari Sumner?
1. Hidup Tidak Harus Spektakuler untuk Menjadi Berarti
Sumner mengajarkan kita bahwa warisan tidak melulu tentang pencapaian besar. Anda tidak perlu menjadi seorang CEO, artis terkenal, atau tokoh publik untuk meninggalkan jejak. Warisan Anda bisa berupa kejujuran Anda, pemikiran Anda, cara Anda melihat dunia. Cukup dengan menjadi saksi bagi kehidupan Anda sendiri, Anda telah menciptakan sesuatu yang berharga. Catatan tentang kebun kecil di balkon Anda, perasaan Anda saat memulai pekerjaan baru, atau resep masakan nenek Anda—semua itu adalah bagian dari cerita manusia yang lebih besar.
2. Menulis Adalah Bentuk Perawatan Diri
Di dunia yang menuntut kita untuk selalu tampil kuat, jurnal adalah ruang aman untuk menjadi rentan. Menulis dapat membantu mengurai benang kusut di kepala, memberi nama pada emosi yang sulit diungkapkan, dan melihat masalah dari jarak yang lebih objektif. Ini adalah terapi gratis yang tersedia kapan saja. Seperti yang mungkin dirasakan Sumner, menuangkan kekhawatiran tentang panen atau kesedihan atas wafatnya seorang teman ke atas kertas bisa menjadi cara untuk melepaskan beban dan menemukan ketenangan.
3. Anda Menciptakan Jembatan untuk Masa Depan
Anda tidak akan pernah tahu siapa yang akan menemukan dan membaca tulisan Anda suatu hari nanti. Mungkin anak atau cucu Anda, yang ingin mengenal Anda lebih dalam. Mungkin seorang cicit yang belum lahir, yang merasa tersesat dan menemukan kekuatan dalam cerita perjuangan Anda. Tulisan Anda adalah bukti bahwa Anda pernah ada, Anda pernah hidup, Anda pernah merasa. Itu bisa menjadi jangkar bagi generasi mendatang, sebuah pengingat bahwa mereka adalah bagian dari sebuah garis cerita yang panjang dan kaya.
Jadi, pertanyaannya bukanlah “Apakah hidup saya cukup penting untuk ditulis?” Pertanyaan yang lebih tepat adalah, “Maukah saya memberikan hadiah berupa kehadiran saya kepada masa depan?” Maukah Anda menulis? Maukah Anda meninggalkan jejak kecil yang tulus dari keberadaan Anda?
Jika Anda merasa ragu, ingatlah George Sumner. Seorang warga biasa dari sebuah kota kecil di Kanada. Yang hari ini, namanya bergema melintasi waktu dan menjadi bagian dari sejarah besar. Bukan karena ia mencoba menjadi hebat, tapi karena ia konsisten melakukan hal kecil: ia menulis untuk mengingat. Dan dengan melakukan itu, ia membuat kita semua ikut mengingat. Bahwa setiap kehidupan, sesederhana apa pun, adalah sebuah cerita yang layak untuk dicatat dan dikenang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Siapa sebenarnya George Sumner dari Oakville?
George Sumner adalah seorang warga Oakville, Ontario, Kanada, yang hidup pada abad ke-19. Ia bukan tokoh publik atau pahlawan terkenal, melainkan seorang warga biasa yang dengan tekun mencatat kehidupan sehari-hari di sekitarnya dalam serangkaian buku harian. Jurnalnya kini menjadi sumber sejarah sosial yang sangat berharga.
Apa saja isi dari The Sumner Diaries?
Isinya sangat beragam dan mencakup detail kehidupan sehari-hari, seperti catatan cuaca, harga komoditas di pasar, kegiatan pelabuhan, acara sosial komunitas (pernikahan, pemakaman), wabah penyakit, politik lokal, serta sedikit refleksi pribadi tentang agama dan moralitas. Jurnal ini memberikan gambaran yang sangat kaya tentang kehidupan pada masa itu.
Mengapa jurnal pribadi seperti The Sumner Diaries penting bagi sejarawan?
Jurnal ini penting karena menyediakan perspektif “sejarah dari bawah”. Ia mengungkapkan bagaimana peristiwa besar dan perubahan sosial dirasakan oleh orang biasa, sebuah detail yang seringkali tidak tercatat dalam dokumen resmi. Ini membantu sejarawan merekonstruksi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya sebuah zaman dengan lebih akurat dan manusiawi.
Di mana saya bisa melihat atau membaca The Sumner Diaries?
Koleksi asli The Sumner Diaries disimpan dan dirawat oleh Oakville Historical Society di Oakville, Kanada. Mereka telah mendigitalkan sebagian dari koleksi dan menyediakan transkripsi online, sehingga dapat diakses oleh para peneliti dan publik yang tertarik dari seluruh dunia melalui situs web resmi mereka.
Bagaimana cara memulai kebiasaan menulis jurnal seperti Sumner?
Mulailah dari hal kecil. Tidak perlu menulis panjang setiap hari. Cukup catat satu hal menarik, satu perasaan, atau satu pengamatan. Jangan khawatir tentang tata bahasa atau kerapian. Kuncinya adalah kejujuran dan konsistensi. Anggaplah jurnal sebagai ruang pribadi untuk bercakap-cakap dengan diri sendiri, seperti yang dilakukan Sumner.
Referensi dan Bacaan Lebih Lanjut
- Oakville Historical Society – Organisasi yang merawat dan memamerkan The Sumner Diaries. Situs mereka adalah sumber utama untuk informasi tentang koleksi ini.
- The Canadian Encyclopedia: History of Ontario – Untuk konteks sejarah yang lebih luas tentang periode di mana Sumner hidup.
- American Psychological Association: ‘A new reason for keeping a diary’ – Artikel yang membahas manfaat psikologis dari kegiatan menulis ekspresif atau journaling.
- Active History – Sebuah situs yang seringkali menampilkan artikel tentang sejarah Kanada dari perspektif sosial dan “sejarah dari bawah”.