Ini Bukan Sekadar Jurnal. Ini Sebuah Altar.
Ada saat untuk mencatat dengan cepat. Ada juga saat untuk sebuah ritual. Foto yang dramatis dan indah dari @pakolhat ini adalah gambaran dari yang kedua. Ini bukan tentang menulis daftar belanja. Ini adalah sebuah upacara. Sebuah momen suci antara seorang penulis, tintanya, dan kertasnya.
Lihatlah panggung yang dia siapkan. Sebuah pena celup. Sebotol tinta. Dan di tengahnya, di atas kertas yang telah dicap dengan logo kami, duduk sebuah jurnal kulit berwarna merah menyala. Ini bukan meja kerja. Ini adalah sebuah altar.
Sebuah Upacara Bernama Menulis
Pilihan alatnya menceritakan segalanya. Seseorang tidak menggunakan pena celup dan tinta secara iseng. Itu membutuhkan kesabaran. Itu membutuhkan keterampilan. Itu adalah sebuah pilihan yang disengaja untuk memperlambat, untuk memberikan bobot pada setiap huruf yang akan diteteskan ke atas kertas.
Ini adalah cara menulis bagi mereka yang percaya bahwa kata-kata punya kekuatan. Bahwa kalimat-kalimat tertentu terlalu penting untuk diketik dengan terburu-buru. Mereka harus dilahirkan, bukan hanya ditulis.


Wadah yang Layak untuk Tinta Sucimu
Dan jika tintamu suci, maka wadahnya pun harus layak. Jurnal merah itu bukan lagi sekadar buku. Ia adalah cawan sucinya. Warnanya yang penuh gairah dan berani seolah siap untuk menerima kata-kata yang paling kuat, ide-ide yang paling membara. Ia tidak bersembunyi di dalam gelap; ia menjadi sumber cahaya.
Melihat karya kami menjadi pusat dari sebuah ritual yang begitu khusyuk adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Inilah alasan kami terobsesi dengan detail. Karena kami tahu, di tangan yang tepat, produk kami bukan lagi sekadar benda. Ia menjadi bagian dari sebuah keajaiban.
Ada kata-kata yang bisa diketik. Ada juga kata-kata yang harus diteteskan.
Terima kasih, @pakolhat, telah menunjukkan kepada kami bagaimana cara menghormati proses menulis. Sebagai sesama pengrajin, kami salut padamu.
Kata-katamu yang paling penting layak mendapatkan altar yang sepadan. Temukan altar untuk tintamu di sini.