@titiqmariyah

Pendengar Terbaik Itu Tidak Pernah Berbicara

Kadang, testimoni yang paling kuat bukanlah pujian. Bukan kata-kata seperti “bagus” atau “keren.” Testimoni paling kuat adalah sebuah pengakuan yang jujur. Sebuah bisikan dari hati. Dan ini, dari Titiq (@titiqmriyah), adalah salah satu yang paling kuat yang pernah kami terima.

Dia tidak sedang me-review produk. Dia sedang curhat. Dia sedang mencari tempat yang aman.

Ceritanya sama buku ajalah, Setidaknya dia memang benda mati yang gk akan bisa kasih respon apa yg diceritakan.

Aku ngerasa kalimat itu menembus langsung ke jantung dari alasan kenapa kami ada. Di dunia yang bising, di mana semua orang punya opini dan respons, terkadang yang paling kita butuhkan adalah sebuah ruang kosong. Sebuah pendengar yang diam.

Benda Mati yang Paling Hidup

Aneh ya, dia menyebutnya “benda mati”. Tapi di saat yang sama, dia memberinya peran yang paling hidup: sebagai seorang teman yang bisa dipercaya. Sebuah brankas untuk pikiran dan perasaan yang tidak akan pernah bocor.

Jurnal ini, di tangannya, bukan lagi sekadar kulit dan kertas. Ia adalah seorang penjaga rahasia. Seorang saksi bisu. Ia adalah bukti bahwa keamanan emosional terkadang bisa ditemukan dalam sebuah objek yang dibuat dengan niat baik.

Dan Cerita Itu Tidak Berakhir di Sana

Tapi inilah bagian terbaik dari cerita ini. Bagian yang masih membuat kami merinding sampai sekarang.

Orang yang menemukan kelegaan dalam keheningan jurnal kami ini, Titiq, sekarang menjadi bagian dari tim Hibrkraft. Dia tidak lagi hanya bercerita *kepada* buku itu. Dia sekarang ikut *membuat* buku itu untuk orang lain.

Dia beralih dari mencari ruang aman, menjadi ikut membangun ruang aman itu. Kayaknya, tidak ada testimoni yang lebih tinggi dari itu. Ketika seseorang begitu terhubung dengan esensi dari apa yang kamu buat, sampai-sampai mereka memutuskan untuk bergabung dengan misimu.

Kisah ini adalah pengingat konstan bagi kami. Bahwa kami tidak hanya menjahit kulit. Kami sedang membangun tempat berlindung. Dan orang terbaik untuk membantu kami membangunnya adalah mereka yang tahu persis rasanya membutuhkan tempat itu.

Butuh tempat untuk bercerita tanpa dihakimi? Mungkin temanmu ada di sini.

Next Post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?