Flying Dove/Merpati Terbang (Motif)

Motif ‘Merpati Terbang’ ini lebih dari sekadar gambar burung cantik di sampul buku. Ia adalah bisikan dari masa lalu, sebuah ornamen elegan yang dicap dengan tinta emas atau ditekan begitu saja ke atas kulit, populer dari akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-20. Ia menangkap seekor merpati dalam keanggunan gerak, dengan sayap terbentang, bukan hanya sebagai hiasan, tapi sebagai simbol kuat akan kedamaian, harapan, dan pesan ilahi, mengubah buku biasa menjadi sebuah benda yang punya jiwa.
Flying Dove Decoration
Flying Dove Decoration

Pernahkah kamu menemukan sebuah buku tua di pasar loak atau perpustakaan keluarga? Bukan yang sampulnya glossy dengan foto penulis, tapi yang terbuat dari kulit atau kain, dengan hiasan-hiasan kecil berwarna emas yang sudah sedikit pudar di sudut-sudutnya. Jika kamu perhatikan baik-baik, di antara garis-garis dan pola bunga, mungkin kamu akan menemukan siluet seekor burung kecil dengan sayap terbentang. Itulah dia, si Merpati Terbang.

Ini bukan ornamen sembarangan. Di zaman ketika setiap elemen desain pada sebuah buku dipilih dengan penuh makna, kemunculan merpati ini adalah sebuah pesan. Ia adalah bahasa visual yang dipahami oleh orang-orang pada masanya, sebuah kode yang menceritakan sesuatu tentang isi buku atau tentang harapan si pemilik buku. Aneh ya, bagaimana sebuah gambar sekecil itu bisa membawa beban sejarah dan simbolisme yang begitu kaya. Tapi, bukankah hal-hal kecil seperti itu yang membuat benda-benda buatan tangan terasa hidup?

Sebuah Jejak di Sejarah Penjilidan Buku

Motif Merpati Terbang, atau flying dove, adalah salah satu dari sekian banyak ornamen yang digunakan oleh para penjilid buku untuk menghias karya mereka. Ornamen ini berupa stempel logam (biasanya kuningan) yang dipanaskan, lalu digunakan untuk menekan foil emas ke sampul buku (gilt tooling) atau hanya menekannya untuk menciptakan efek timbul ke dalam (blind tooling).

Popularitasnya memuncak pada periode di mana buku tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai objek status dan karya seni. Pada akhir abad ke-18, dengan pengaruh gaya Neoklasik, hiasan-hiasan menjadi lebih halus dan simetris. Kemudian di abad ke-19, era Romantisme dan Victorian, simbolisme alam dan emosi mengambil alih. Merpati terbang cocok untuk semua zaman itu. Ia bisa tampil anggun dan klasik, atau bisa juga diinterpretasikan sebagai simbol kebebasan dan spiritualitas yang romantis.

Variasi dalam Gaya

Layaknya mode pakaian, gaya motif merpati ini juga berubah seiring waktu.

  • Gaya Neoklasik (Akhir Abad ke-18): Merpati digambarkan dengan lebih realis, garis-garisnya bersih dan anggun. Seringkali ia menjadi bagian dari komposisi yang lebih besar, dikelilingi oleh karangan bunga, pita, atau ornamen klasik lainnya.
  • Gaya Victorian (Abad ke-19): Penggambarannya bisa menjadi lebih sentimental dan detail. Kadang-kadang membawa setangkai zaitun di paruhnya, memperkuat simbolisme perdamaian.
  • Gaya Arts and Crafts (Akhir Abad ke-19): Bentuknya menjadi lebih sederhana dan bergaya, tidak terlalu realistis. Fokusnya adalah pada keindahan bentuk dan garis itu sendiri, sebuah reaksi terhadap produksi massal industri.

Setiap penjilid buku atau bengkel penjilidan besar biasanya memiliki set stempel ornamen mereka sendiri. Jadi, dengan mempelajari gaya spesifik dari seekor merpati, seorang ahli terkadang bisa melacak dari mana atau bahkan oleh siapa sebuah buku dijilid. Gini deh, ini seperti sidik jari seorang pengrajin.

Bahasa Diam Sang Merpati

Kenapa harus merpati? Kenapa bukan burung gagak, elang, atau pipit? Jawabannya terletak pada lapisan-lapisan makna yang telah melekat pada burung ini selama ribuan tahun.

Merpati tidak hanya terbang. Ia membawa pesan. Dan di sampul sebuah buku, pesannya menjadi ganda.

Berikut adalah beberapa “terjemahan” dari motif ini:

1. Kedamaian dan Harapan Baru (Dahan Zaitun Nuh)
Ini adalah simbolisme yang paling universal. Kisah dalam Kitab Kejadian tentang Nabi Nuh yang melepaskan merpati setelah banjir besar. Ketika merpati itu kembali dengan membawa sehelai daun zaitun segar di paruhnya, itu adalah tanda bahwa air bah telah surut dan kehidupan baru bisa dimulai. Di sampul buku, merpati ini bisa berarti bahwa isi buku tersebut membawa kedamaian pikiran, atau buku itu sendiri adalah hadiah yang diberikan dengan harapan baik.

2. Roh Kudus dan Pesan Ilahi
Dalam ikonografi Kristen, merpati adalah simbol dari Roh Kudus, yang turun dari langit saat pembaptisan Yesus. Karena itu, motif ini sangat umum ditemukan pada jilidan Alkitab, buku doa, atau teks-teks teologis. Kehadirannya seolah memberkati buku tersebut, menandakannya sebagai wadah firman atau kebijaksanaan ilahi.

3. Cinta, Kesetiaan, dan Romantisme
Merpati dikenal sebagai burung yang kawin seumur hidup. Mereka menjadi simbol cinta yang setia dan abadi, sering diasosiasikan dengan dewi cinta seperti Venus atau Aphrodite. Jadi, jika kamu menemukan motif ini di sebuah buku puisi atau novel roman dari abad ke-19, kemungkinan besar itu adalah simbolisme cinta yang ingin disampaikan.

4. Sang Pembawa Pesan (The Messenger)
Sebelum adanya layanan pos modern, merpati pos adalah salah satu cara tercepat untuk mengirim pesan penting. Citra seekor merpati yang terbang melintasi jarak jauh untuk menyampaikan berita sangatlah kuat. Apa itu buku kalau bukan sebuah pesan yang dibekukan dalam waktu, yang dikirim oleh penulis dari masa lalu atau dari tempat yang jauh kepadamu, sang pembaca? Merpati terbang di sampul buku adalah metafora yang sempurna untuk fungsi buku itu sendiri.

CTA Banner for Custom Leather Journal - A meaningful gift

Bagaimana Motif Ini Dibuat? Seni ‘Finishing’

Menambahkan motif seperti merpati terbang adalah bagian dari proses yang disebut ‘finishing’ dalam penjilidan buku, sebuah tahap yang terjadi setelah buku dijahit dan diberi sampul. Ini adalah seni dekorasi, dan membutuhkan keterampilan, ketenangan, dan mata yang tajam.

Prosesnya kira-kira seperti ini:

  1. Persiapan Sampul: Jika menggunakan kulit, permukaan kulit mungkin perlu sedikit dilembabkan. Untuk gilt tooling (hiasan emas), sebuah lapisan perekat khusus yang disebut ‘glair’ (biasanya terbuat dari putih telur) dioleskan tipis-tipis di area yang akan dihias.
  2. Memanaskan Stempel: Stempel kuningan bergambar merpati dipanaskan di atas kompor kecil khusus. Suhunya harus pas. Terlalu dingin, foil emas tidak akan menempel. Terlalu panas, ia akan membakar kulit dan foil, menghasilkan cap yang kusam dan jelek.
  3. Aplikasi Foil: Selembar daun emas asli (yang sangat tipis) diletakkan di atas area yang sudah diberi perekat.
  4. Momen Krusial: Penjilid buku mengambil stempel panas dengan tangan yang mantap, menempatkannya dengan presisi di atas daun emas, dan menekannya dengan tekanan yang kuat dan merata selama beberapa detik. Hanya ada satu kesempatan untuk melakukannya dengan benar.
  5. Pembersihan: Setelah stempel diangkat, sisa daun emas yang tidak menempel disikat dengan lembut, meninggalkan gambar merpati emas yang cemerlang dan permanen.

Untuk ‘blind tooling’, prosesnya sama tetapi tanpa perekat dan daun emas. Hasilnya adalah lekukan gelap dan halus dari gambar merpati, sebuah keindahan yang lebih subtil dan bersahaja.

Mengapa Ini Penting bagi Hibrkraft?

Di Hibrkraft, kami terobsesi dengan detail-detail seperti ini. Mungkin kami tidak menggunakan stempel merpati antik dari abad ke-19 setiap hari, tetapi semangat di baliknya adalah inti dari apa yang kami lakukan. Semangat bahwa hiasan bukan sekadar hiasan. Ia adalah cerita.

Ketika seorang pelanggan datang kepada kami untuk membuat jurnal kustom, kami ingin mereka berpikir seperti penjilid buku zaman dulu. “Simbol apa yang mewakili perjalananku saat ini? Apa yang ingin aku sampaikan dengan buku ini?” Mungkin mereka tidak memilih merpati. Mungkin mereka memilih kompas untuk petualangan, pohon untuk pertumbuhan, atau jangkar untuk stabilitas.

Motif Merpati Terbang mengajarkan kita bahwa personalisasi yang paling bermakna bukanlah sekadar nama kita yang dicetak di sampul. Personalisasi sejati adalah menanamkan sebuah simbol, sebuah niat, sebuah doa kecil ke dalam benda yang akan kita gunakan setiap hari. Ini mengubah sebuah produk menjadi sebuah pusaka pribadi.

Pertanyaan yang Sering Muncul (FAQ)

Apakah motif ini masih digunakan sekarang?
Dalam penjilidan buku tradisional dan fine binding, tentu saja. Banyak penjilid buku modern masih menggunakan stempel ornamen antik atau membuat desain mereka sendiri yang terinspirasi dari motif klasik. Namun, dalam produksi buku massal, sangat jarang ditemukan karena biaya dan kerumitannya.

Bagaimana cara membedakan merpati dari burung lain dalam motif antik?
Merpati biasanya digambarkan dengan tubuh yang agak berisi, leher yang melengkung anggun, dan ekor yang melebar. Elang atau rajawali cenderung lebih tajam dan agresif, seringkali dengan paruh bengkok yang jelas. Jika burung itu membawa dahan zaitun, hampir pasti itu adalah merpati.

Apakah nilai sebuah buku otomatis lebih tinggi jika ada motif ini?
Belum tentu. Nilai sebuah buku antik ditentukan oleh banyak faktor: kelangkaan, kondisi, penulis, dan kualitas penjilidan secara keseluruhan. Namun, sebuah jilidan yang dihias dengan indah dan terawat baik, yang kebetulan memiliki motif merpati, tentu akan lebih diminati oleh kolektor daripada buku sejenis dengan jilidan polos atau rusak.

Bisakah saya meminta motif seperti ini pada pesanan custom di Hibrkraft?
Tentu saja! Kami mungkin tidak memiliki stempel merpati antik, tetapi kami bisa membuat desain kustom (custom deboss) berdasarkan gambar atau ide yang kamu berikan. Entah itu merpati, atau simbol lain yang berarti bagimu. Itulah inti dari layanan kustom kami, menerjemahkan ceritamu ke dalam kulit dan kertas.


Referensi

Untuk menyelami lebih dalam dunia ornamen dan simbolisme dalam penjilidan buku, sumber-sumber ini bisa menjadi gerbang pengetahuanmu:

Custom Notebook

Custom Notebook

Handmade to express your story, crafted with real leather and timeless quality.

Buku catatan kulit handmade yang bisa kamu desain sendiri untuk kado, kenangan, atau rencana masa depan.

Pesan Sekarang

Business & Whitelabel

Business & Whitelabel

Elevate your brand with premium custom agendas and notebooks under your own label.

Solusi bisnis dan hadiah korporat dalam bentuk agenda eksklusif berlogo perusahaanmu.

Hubungi Kami

Book Repair & Conservation

Book Repair & Conservation

Restore treasured books with care, skill, and archival techniques that last for generations.

Layanan reparasi dan konservasi buku antik, warisan keluarga, atau koleksi pribadi yang bernilai sejarah.

Konsultasi Gratis

Next Post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?