Hari Film Nasional

camera-2801675_1920
camera_analog_film

Welcome back again kawula muda! Dan selamat hari film nasional ya guys! Ngomong-ngomong soal hari film nasional nih guys untuk artikel kali ini kita bakalan banyak banget ngebahas seputar sejarahnya tentang hari film nasional ini guys. Buat kalian yang belum tau apasih hari film nasional itu? Dan dan sejarah panjang penetapan tanggal 30 maret ini sebagai hari film nasional. Kita bakal ngasih tau semuanya tentang hari film nasional. Check it out!

B6LookRCEAEN5Xo.jpg

sumber: histma.fib.ugm.ac.id

Sejarahnya

Film pertama yang dibuat pertama kalinya di Indonesia adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp. Film ini dibuat dengan didukung oleh aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung. Setelah belanda, jepang yang saat itu menjajah indonesia juga memproduksi film di era 1942-1949. Saat itu jepang membuat film sebagian besar hanya untuk dijadikan sebagai alat propaganda politik jepang. Film-filmnya pun dibatasi hanya untuk film-film propaganda jepang.  Setelah pemerintahan cukup stabil paska kemerdekaan Republik Indonesia, tibalah tanggal 30 Maret 1950 menjadi hari pertama pengambilan gambar film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi yang disutradarai oleh Usmar Ismail. Film ini film lokal pertama yang bercirikan indonesia. Film pertama yang benar-benar disutradarai oleh orang Indonesia asli dan juga dilahirkan dari perusahaan film milik orang Indonesia asli. Perusahaan ini bernama Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia) Usmar Ismail juga pendirinya. Karena itulah tanggal 30 maret 1950 ditetapkan menjadi hari film nasional.

b29253cf4f22234b8adeeac1ef2529b7.jpg

sumber: qubicle.id

Bukan tidak ada kontroversi. Penetapan tanggal 30 maret 1950 sebagai hari film nasional ini ditentang oleh PKI (golongan kiri). Golongan “kiri” secara terang-terangan menolak tanggal 30 Maret sebagai hari perfilman Indonesia. Pada 30 April 1964, mereka mendirikan PAPFIAS (Panitia Aksi Pemboikotan Film Amerika Serikat) dan menuntut agar tanggal tersebut lah yang dijadikan Hari Perfilman Nasional. Golongan tersebut menganggap film Darah dan Doa tidak layak dijadikan pelopor film nasional karena karya-karya Usmar Ismail dianggap kontra-revolusioner. Protes ini berlanjut sampai tahun 1966 ketika peristiwa Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) menghentikan suara dan segala aktivitas golongan ini. Setelah pembubaran aktifitas PKI, tanggal 30 maret tetap menjadi hari peringatan hari film nasional.

19
usmar_ismail

sumber: jurnalfootage.net

Itulah tadi sedikitnya pembahasan tentang sejarah hari film nasional kawula muda. Sejarah terbentuknya perfilman Tanah Air yang penuh dengan usaha dan perjuangan. Untuk itu kita sebagai penerus bangsa diharapkan bisa membuat film dengan karya-karya terbaik di layar lebar. Selamat hari film nasional!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: