8 Cara Menyusun Rencana Kerja

stickies-2852375_1920.jpg
work_plan

Masih diawal tahun, pasti kamu sedang sibuk-sibuknya dengan berbagai planning kegiatan-kegiatan baik diarea kerja maupun diluar area kerja kamu. Ngomong-ngomong soal kerjaan pasti ada beberapa dari kamu yang sibuk membuat perencanaan kerja apalagi kalau dikantor sedang ada proyek-proyek besar. Buat yang belum paham tentang rencana kerja, nih pengertiannya.

Rencana kerja adalah serangkaian tujuan dan proses yang bisa membantu tim dan/atau seseorang mencapai tujuan tersebut. Dengan membaca rencana kerja, kamu bisa memahami skala sebuah proyek dengan lebih baik. Ketika digunakan di dunia kerja maupun akademik, rencana kerja membantu kamu mengerjakan proyek dengan teratur. Melalui rencana kerja, kamu memecah proses jadi tugas-tugas kecil yang ringan sekaligus mengetahui apa saja yang kamu ingin capai. Pelajari cara membuat rencana kerja agar kamu lebih siap saat mengerjakan proyek berikutnya.

Jadi, kesimpulannya, rencana kerja adalah upaya untuk merumuskan apa sesungguhnya yang ingin dicapai oleh sebuah perusahaan atau organisasi serta bagaimana sesuatu yang ingin dicapai tersebut dapat diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu. Nah berikut 8 cara menyusun rencana kerja.

arm-1284248_1920.jpg

 

  1. Tentukan untuk apa kamu membuat rencana kerja

Ada banyak alasan mengapa kamu membuat rencana kerja. Kamu harus menentukan tujuan membuat rencana kerja. Karena rencana kerja bertujuan memberikan kamu gambaran tentang apa yang akan kamu lakukan, bagaimana kamu melakukannya dan kapan kamu akan melakukannya.

 

  1. Buatlah pendahuluan dan latar belakangnya

Biasanya untuk rencana kerja yang profesional kamu perlu membuat 2 hal ini. Pendahuluan dan latar belakang yang kamu buat aakan menjadikan informasi kepada atasan kamu agar atasan kamu bisa lebih memahami rencana kerja yang kamu buat. Pendahuluan sebaiknya dibuat singkat dan menarik agar atasan kamu bisa lebih memahami tentang rencana kerja kamu. Latar belakang bisa kamu buat lebih berdasarkan alasan-alasan kamu membuat rencana kerja, seperti  menyajikan detail atau statistik laporan terbaru, mengidentifikasi masalah yang perlu diatasi, atau alasan lainnya berdasarkan masukan dan umpan balik yang kamu terima selama mengerjakan proyek sebelumnya.

 

  1. Tentukan tujuan dan target rencana kerja

Dalam rencana kerja, dua hal ini mengarah pada pencapaian hasil, bedanya adalah tujuan bersifat umum sedangkan target bersifat spesifik. Tujuan adalah gambaran dari perencanaan kerja kamu, kamu bisa jabarkan dari awal sampai akhir proses, sedangkan target adalah hal-hal (point-point) yang spesifik dari rencana kerja kamu yang pengen kamu selesaikan.

 

  1. Target susunan kerja harus SMART

SMART adalah susunan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time Bound. Specific yang berarti terperinci, rincikan dan lebih perjelas target-target kamu agar kamu lebih mudah memahami dan menyelesaikan rencana kerja kamu. Measurable berarti terukur, kamu harus lebih memperhatikan hal ini, apakah target kamu kuantitatif dan bisa diukur, atau bagaimana kamu menghitung hasilnya. Achievable yang berarti bisa dicapai, sesuaikan target-target dalam rencana kerja kamu dengan ukuran kemampuan kamu, apakah bisa kamu capai jika sulit, pilih yang lebih mudah dan bisa kamu capai. Relevant yang berarti terkait kepentingan, akankah target kamu berdampak pada tujuan dan strategi yang kamu inginkan? Pastikan target dan metode kerja kamu memiliki keterkaitan yang jelas dan intuitif. Time Bound berarti terikat waktu, pasikan kamu membuat target waktu untuk menyelesaikan seluruh target kamu.

 

  1. Buatlah daftar sumber daya yang kamu miliki

Tulislah semua hal yang kamu butuhkan dalam proses mecapai tujuan dan target kamu sesuai dengan rencana kerja kamu. Misalnya, anggaran, karyawan atau buku-buku.

 

  1. Kenali batasan batasan yang ada

Batasan atau hambatan akan menghalangi kamu dalam menyelesaikan target-target dalam rencana kerja kamu, contoh sederhananya dalam segi akademis, ketika kamu sedang meneliti penilitia kamu, kamu ditimpa jadwal yang padat dari kegiatan lainnya, sehingga kamu mengulur waktu untuk menyelesaikan penilitian kamu. Hilangkan kebiasan mengulur waktu agar kamu dapat menyelesaikan rencana kerja kamu secara efektif.

 

  1. Penanggung jawab

Tentukan siapa yang bertanggung jawab dalam rencana kerja tim kamu. Dalam tim kerja, harus ada yang bertanggung jawab dalam menyelesaikan rencana kerja tersebut.

 

  1. Strategi

Setelah kamu memahami tujuan dan selesai menyusun rencana kerja kamu, selanjutnya dalah buatlah strategi dalam proses menyelesaikan target-target rencana kerja kamu. Strategi yang tepat akan membantu kamu dalam mencapai hasil dari rencana kerja kamu.

 

Demikian lah 8 tips cara menyusun rencana kerja, mari membuat perencanaan kerja!

Semoga bermanfaat!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: