Berbagi Cerita: Kenapa saya menulis? (Dari sudut pandang Owner Hibrkraft)

Saya pribadi (anwar), menulis sejak kecil, sejak SD, saya melakukan kegiatan journalling. Menulis merupakan bagian tak terpisahkan dari hari-hari hidup saya. Saya senang menulis, meskipun sebagai laki-laki rasanya kegiatan itu agak dipandang sebelah mata.

Saya agak heran, “memang kenapa kalau laki-laki menulis?”. Yes. I keep a journal everywhere. Sejak kecil. Journalling buat saya bukan berarti hanya menuliskan kegalauan dan curhat ini itu. Tulisan yang saya tulis beragam. Lebih kepada “hal menarik apa yang saya dapat hari itu”. Rasanya sudah beberapa belas buku ctatan yang saya miliki sejak kecil. Saya suka berimajinasi, saya suka menulis, saya suka mengapresiasikan diri saya sendiri dalam bentuk literasi maupun gambar.

Buku catatan pertama saya adalah hadiah dari lomba menulis “Andai aku punya sayap” dari sebuah restoran cepat saji. Di buku tersebut saya menggambar berbargai desain ala kadarnya ala anak SD, desain pesawat, kapal selam, maupun robot untuk menghancurkan kota. Pesawat tempur rancangan saya di buku itu saya beri nama Fooland, hehe.

Berikutnya saya memanfaatkan agenda kerja dari orangtua saya untuk kembali saya tulisi. Di buku itu saya mencoba menulis novel, membuat abjad sendiri dan bahkan bahasa sendiri. Ya. Anda tidak salah baca. Saya melakukannya sejak SD.

Di SMP, saya memiliki binder untuk menuangkan ide dan imajinasi saya. Sayang binder tersebut hilang sehingga saya tidak punya jejak rekam masa SMP saya.

Berlanjut ke SMA, saya menabung untuk membeli agenda kerja dengan label ERICA 007, saya ingat sekali. Desainnya elegan, saya suka. Saya sampai 3 kali membeli buku catatan dengan merk yang sama semasa SMA.

Di penguhujung masa SMA, saya ditantang oleh seorang teman untuk membuat sebuah buku. “Mari kembangkan hobi”, judulnya. Kebetulan tembus. Royalti dari buku tsb saya pakai untuk membeli Agenda Kerja Klasik di toko buku ternama. Itu adalah terakhir kalinya saya membeli agenda/buku catatan di toko buku, karena ya, berikutnya saya mulai membuat buku catatan saya sendiri.

Jurnal buatan sendiri pertama saya dibuat dengan kertas HVS dan bersampulkan kalender bekas. Sama sekali jauh dari kata sempurna. Jahitannya banyak yang lepas dan desainnya masih “kacangan”. Saya tidak berani menjualnya. Saya gunakan sendiri dan hingga hancurnya jurnal tsb, masih saya gunakan.

Dengan bermodalkan bahan sisa yang ada, saya membuat jurnal lagi. Masih menggunakan sisa kalender, saya membuat jurnal yang agak bagus. Saya mencoba menjual jurnal tersebut dan menawarkannya ke teman-teman, semua teman, yang bisa saya temui. Sayang, tanggapannya kurang bagus. Sebagian besar dari mereka menertawakan karya yang saya buat. Jurnal pertama hibrkraft, dibeli oleh Eranthy Firdaus (teman SMA) pada hari yang sama dengan ulangtahun teman saya yang lain, itupun saya harus setengah mengemis untuk mendapatkan nominal yang akhirnya habis untuk beli bensin dan parkir. Terus terang, saya patah semangat, dan tidak membuat apa-apa selama beberapa bulan.

Ibu saya lah, yang kembali menyemangati saya untuk berkarya. Saya membuat jurnal lagi, masih dengan bahan sisa yang tadi, dan kemudian saya foto dan perlihatkan ke Ibu. “Coba pasarin, yang mahal, itu karya seni”.

Benar kata orang, doa orangtua memang cepat dikabulkan. Tidak sampai beberapa jam saya menjadikan foto jurnal hibrkraft sebagai Display Picture, pesanan berdatangan. Saya kembali semangat. Hasil penjualan saya kumpulkan untuk membuat jurnal yang lebih baik, memberi peralatan yang lebih layak, dan seterusnya sampai sekarang ini.

 

Iklan

2 respons untuk ‘Berbagi Cerita: Kenapa saya menulis? (Dari sudut pandang Owner Hibrkraft)

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: