NYK: Teknik Binding

Book Binding atau dikenal sebagai penjilidan buku dilakukan untuk membuat buku lebih tidak cepat rusak. Binding dilakukan untuk menyatukan tumpukan kertas atau bahan lainnya yang dapat berfungsi sebagai media publikasi. Tumpukan kertas tersebut disatukan dengan cara menjahit (teknik jilid benang) atau memberikan lem (jilid lem panas). Untuk menjaga agar tidak cepat rusak, tumpukan kertas diberi cover. Teknik penjilidan buku juga bisa meningkatkan tampilan buku itu sendiri.

Jaman dulu, buku terdiri dari lembaran-lembaran papyrus yang digulung dan memanjang. Kemudian berubah menjadi lembaran papyrus terpisah dengan kulit hewan sebagai sampulnya.  Lembaran daun disusun berdasarkan ukuran tertentu kemudian dijahit hingga terbentuklah sebuah buku.

Sejarah buku bisa dibaca disini.

Setiap jenis penjilidan mempunyai ketahanan, karakteristik fungsi, keindahan dan biaya yang berbeda-beda. Yuk simak beberapa jenis penjilidan buku saat ini

  • Hardcover Binding
hardcover
foto: hlrs.de

Jilid cover dilakukan dengan menyusun buku yang dijahit kemudian bagian ujungnya dilem dan ditempelkan pada punggung sampul harcover. Teknik ini biasa digunakan dalam penyusunan skripsi atau tuhas akhir.

  • Saddle Stitching (Jilid Kawat)
Saddle-Stitch
foto: bevan.co.za

Jilid ini disebut juga jilid staples, tapi dalam dunia percetakan disebut jilid kawat. Jilid ini digunakan untuk menjilid buku dengan ketebalan tipis. Kertas dilipat dan distaples di bagian tenganhnya. Biasanya kita melihat teknik ini pada booklet atau majalah.

  • Side Stitching
side-stitch_book_binding
foto: ezcsrap.net

Teknik menggunakan bahan kawat atau benang. Proses dalam penjilidan ini berbeda dengan teknik jilid kawat. Side Stitching dilakukan dengan menjahit/menstaples dari bagian sisi depan hingga tembus kebagian belakang buku. Teknik ini bisa digunakan untuk menjilid dokumen yang lebih tebal.

  • Perfect Binding (Jilid lem panas)
perfect
foto: bretonsidecopy.com

Teknik ini dikombinasikan dengan teknik jilid lain seperti jilid benang atau kawat. Teknik ini digunakan untuk menjilid buku yang lebih tebal. Kelebihannya adalah teknik jilid lem panas lebih kuat disbanding teknik jilid yang lain.

  • Sewn Binding
sewn
foto: formatedition.co.uk

Teknik dengan menggunakan benang. Jumlah halaman yang dijahit dengan menggunakan benang tergantung pada ketebalan kertas. Jika kertasnya tebal, maka semakin sedikit jumlah halam yang dijahit. Kertas dilipat dan dijahit dibagian tengahnya. Punggung kertas kemudian dilem dan ditempelkan dengan cover.

  • Tape Binding
tape
foto: advocateprinting.net

Jilid ini menggunapan tape atau lakban hitam pada bagian tepi buku. Jilid ini cukup murah dan sering digunakan anak kuliah untuk mengemat biaya. Kelemahannya adalah teknik ini tidak awet, jika tapenya sudah tidak lengket maka buku akan mudah lepas.

  • Screw binding
screw
foto: mjgroup.co.uk

Teknik ini dilakukan dengan melubangi kertas dari depan hingga belakang lalu sekrup dimasukkan kedalam dan dikunci. Teknik ini digunakan untuk buku panduan warna

  • Comb Spiral (Jilid Spiral)
comb
foto: indiamart.com

Jilid spiral dari bahan pelastik biasa digunakan untuk dokumen yang tidak tebal. Ring plastic digukana untuk menyatukan dikumen. Biasanya untuk sampul depan dan belakang ditambahkan plastik mika agar terlihat lebih manis,

  • Coil binding (Jilid Spiral)
coil_bind
foto: digiwedoo.com

Bahan yang digunakan terbuat dari coil. Saat penjilidan harus diperhatikan jarak antara teks dan tepi. Biasanya teknik ini digunakan untuk pembuatan kalender atau catalog. Kawat spiral ini dalat membuka dokumen secara maksimal.

  • Twin Loop Wire Binding (Jilid Spiral)
twin loop
foto: bindingedge.com

Bentuk kawatnya berpasangan. Dengan teknik ini, buku dapat dibuka secara penuh.

 

Hibrkraft menggunakan teknik long-stitch binding. Teknik ini tidak menggunakan lem sama sekali. Dalam buku Keith Smith yang berjudul Non Adhesive Bindings, dijelaskan bahwa ..

“Longstitch through a slotted cover” and it involves sewing each section directly through the cover where slots have been made at each sewing station.

Teknik ini memperlihatkan jahitan pada bagian belakang. Teknik ini digunakan pada awal abad ke 18 di beberapa bagian Eropa. Jadi bisa dipastikan bahawa jahitan buku hibrkraft amat kuat karena langsung menyatu dengan bahan kulitnya.

1045136_537598262969674_1043495737_n
Long-stitch binding

Referensi: berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: