NYK: Sejarah Buku

Sejarah buku dimulai dari perkembangan menulis, dan berbagai penemuan lainnya seperti kertas dan percetakan dan terus berlanjut ke percetakan buku modern. Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar.

Media yang digunakan untuk menulis pada jaman dahulu diantaranya adalah lembaran dari tanah liat, papyrus (lontar), tulang, kulit, kayu, sutra. Lembaran tanah liat digunakan di jaman Mesopotamia pada abad ke 3 SM. Lembaran tanah liat digunakan hingga abad ke 19M diberbagai belahan dunia termasuk Jerman, Chili dan Gurun Sahara.

Egypt.Papyrus.01
Papyrus pada masa Mesir Kuno

Sebelum ditemukannya kertas, masyarakat jaman dahulu juga menggunakan papyrus untuk membuat catatan. Gulungan papyrus ini turut melatarbelakangi adanya gulungan kertas saat ini. Selain gulungan papyrus, ada juga gulungan perkamen yang digunakan oleh orang Romawi Kuno. Bentuk gulungan tersebut kemudian tergantikan oleh lembaran-lembaran kulit binatang , lontar atau meateri sejenis lainnya. Lembaran-lembaran tersebut kemudian disatukan dan dijahit. Lembaran ini dikenal dengan nama codex. Codex merupakan cikal bakal dari buku modern seperti sekarang ini.

Codex-seraphinianus-abbeville
Codex

Di Indonesia, pembuatan buku awalnya masih berupa gulungan daun lontar. Pada masa penjajahan Belanda, penulisan dan peneribtan buku sekolah dikuasai oleh orang Belanda. Orang pribumi biasanya hanya menulis jika ditunjuk oleh orang Belanda atau sebagai pembantu.

Setelah itu, Tsai Lun meciptakan kertas dari bahan serat. Dan inilah yang  menjadi cikal bakal pembuatan kertas hingga saat ini. Pembuatan kertas semakin berkembang dan menyebar keseluruh belahan dunia.  Kertas membawa banyak perubahan bagi dunia. Kertas menjadi bahan utama dalam pembuatan buku.

Penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan dari dunia perbukuan. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg.  Ia memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. Gutenberg menemukan cara pencetakan buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. Kesulitan pembuatan buku dengan menulis tangan bisa diatasi, namun tetap saja untuk menyelesaikan satu buku diperlukan waktu yang agak lama karena mesinnya kecil dan huruf yang dibunakan terbatas. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat. Gutenberg juga melengkapi ciptaannya dengan mesin cetak. Kelebihannya adalah mesin Gutenberg dapat menggandakan cetakan dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak. Teknik cetak Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum ditemukannya teknik yang lebih sempurna yaitu pencetakan offset.

Seiring perkembangan teknologi, mesin offset raksasa sudah mampu mencetak ratusan eksemplar buku dalam waktu singkat. Penemuan computer juga turut membantu untuk memudahkan penyusunan huruf dan tata letak halaman. Teknologi semakin berkembang sejalan dengan penemuan mesin penjilidan, pemotong kertas, scanner, dan printer laser.

mas kawin5
Hibrkraft
edelweiss
Novel

Semua penemuan tersebut membuat pencetakan buku lebih mudah dan cepat dengan hasil yang maksimal. Tidak heran jika buku-buku terbitan jaman sekarang penuh dengan desain yang menarik.  Penerbit-penerbit buku banyak bermunculan dan semakin banyak jumlahnya. Jumlah bukupun semakin banyak dan berlimpah.  Jika sering mampir ke toko buku, kita bisa lihat berbagai jenis buku yang terpajang.

Referensi: berbagai sumber

 

 

 

Iklan

Satu respons untuk “NYK: Sejarah Buku

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: