NYK: Sejarah Kertas

Sebelum penemuan kertas seperti yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah atau di kantor, media yang digunakan untuk menulis itu macam-macam loh. Dilihat dari peninggalan-peninggalan kuno, kita bisa jumpai prasasti dan naskah pada batu, kayu, bamboo, lempungan tanah, kulit binatang, dan daun lontar. Ya, karena seni menulis sudah ada sejak masa sebelum Masehi jadi masyarakat dulu memanfaatkan apa yang ada.

Kertas adalah bahan tipis yang dihasilkan dari serat yang mengandung selulosa dan hemiselulosa. Kertas itu media utama dalam dunia tulis menulis. Penggunaan kertas tidak dapat kita hindari dalam kehidupan sehari-hari.

Pada jama Mesir Kuno, media yang digunakan untuk menulis adalah papyrus. Papyrus dalam bahasa Inggris dikenal sebagai paper. Penggunaan papyrus ini dimulai pada masa Fir’aun kemudian menyebar keseluruh Timur Tengah hingga Eropa. Sayangnya, harga papyrus ini masih mahal pada jaman dulu.

Dalam sejarah, yang menyumbangkan penemuan kertas adalah Peradaban Cina. Penemunya adalah Tsai Lun sekitar 105Masehi. Dulu, Tsai Lun membuat kertas yang terbuat dari kulit kayu murbei. Ia juga membuat dari bambu. Bagian dalam dari kulit kayu murbei direndam di dalam air dan dipukul-pukul sampai seratnya terlepas. Bersama dengan kulit kayu, bahan rami, kain bekas, dan jala ikan juga direndam. Setelah menjadi bubur, bahan ini ditekan hingga tipis dan dijemur hingga menjadi kertas. Kertas jaman dulu tentu saja tidak sebagus jaman sekarang. Penemuannya ini kemudian menyebar ke Jepang dan Korea hingga ke timur lainnya. Pembuatan kertas pada masa itu masih hal yang sangat rahasia.

pembuatan kertas
Pembuatan Kertas oleh Tsai Lun

Tapi pada akhirnya, teknik pembuatan kertas diketahui orang-orang Arab pada masa Abbasiyah tahun 751 Masehi setelah pasukan Dinasti Tang kalah dalam Pertempuran Talas. Saat itu, tawanan dari Cina mengajarkan pembuatan kertas pada orang Arab sehingga muncul industry kertas di Baghdad dan kota industry lainnya. Setelah itu, menyebar ke Italia, India, dan wilayah Eropa lainnya.

Di tahun 1799, Nicholas Louis Robert menemukan alat untuk membuat lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak, dengan melalui perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai mesin Fourdrinier. Penemuan mesin silinder oleh John Dickinson di tahun 1809 telah menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin Fourdrinier dalam pembuatan kertas-kertas tipis.

Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama kalinya digunakan dalam pengeringan. Sejak itulah mesin Fourdrinier banyak digunakan. Peningkatan produksi oleh mesin meningkatkan kebutuhan bahan baku. Tahun 1814, Friedrich Gottlob Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu, tapi kualitas kertas yang dihasilkan masih rendah.

Sebelum dikenalnya bubur kayu, serat yang paling umum untuk pembuatan kertas adalah serat daur ulang dari bahan tekstil yang disebut sebagai kain bekas.  Sejak diperkenalkannya bubur kayu, saat itu produksi kertas tidak tergantung dengan bahan kain bekas.  Saat ini, selain menggunakan kertas daur ulang dan pohon untuk membuat kertas, pabrik kertas sekarang juga menggunakan serbuk gergaji sisa pengolahan produk kayu.

Iklan

Satu respons untuk “NYK: Sejarah Kertas

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: